Revolusi, kata-kata ini saya kenal pertama kali pada saat duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA) mata pelajaran sosiologi. Pada mata pelajaran tersebut diperkenalkan dua istilah yang pada saat itu masih asing di telingaku. Istilah pertama adalah evolusi yang dapat diartikan dengan perubahan secara lambat dicontohkan dengan teori evolusi darwin dan Istilah yang kedua yaitu revolusi yang dapat diartikan dengan perubahan secara cepat yang dapat menimbulkan gesekan nilai-nilai sosial sehingga revolusi dapat merubah seluruh aspek kehidupan dengan pesatnya hal ini dicontohkan dengan revolusi industri di inggris dan perancis.
Butuh sebuah solusi
Ditengah problematika bangsa nan kompleks ini, bangsa ini butuh solusi tepat dan konkrit untuk mengatasinya. Segala macam krisis multidimensi perlahan mulai diperbaiki. Akan tetapi, pemerintah masih punya banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Permasalahan ekonomi, pendidikan, kemapanan energi dan pangan serta krisis kepemimpinan hingga konflik antar pemeluk agama masih menghiasi dinding-dinding headline surat kabar cetak maupun elektronik disetiap harinya. Televisi yang menyediakan kabar dan berita yang subjektif semakin memperparah kondisi psikis rakyat kecil yang hanya bisa berpangku tangan dan menaruh harapan kepada generasi pembaharu nanti.